LAPORAN
MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI
”Morfologi
Akar dan Batang”
Oleh
:
IKSAN
SAPUTRA
NIM.
D1B1 17 058
PROGRAM
STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
2017
BAB
1. PENDAHULUAN
Morfologi
tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari
tumbuhan, morfologi berasal dari bahasa Latin morphus yang berarti wujud atau
bentuk, dan logos yang berarti ilmu.Morfologi tumbuhan berbeda dengan anatomi
tumbuhan yang secara khusus mempelajari struktur internal tumbuhan pada tingkat
mikroskopis.Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara
visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan
diklasifikasikan.
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu
tumbuhan dan umumnya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula
akar yang tumbuh di luar tanah.Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang
dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah.Pada
gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar
primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil.Sistem akar tersebut dinamakan
akar tunggang.Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan
tumbuhan dan segera mengering.
Batang merupakan sumbu dengan daun yang
melekat padanya. Di ujung sumbu titik tumbuhnya, batang dikelilingi daun muda
dan menjadi tunas terminal. Dibagian batang yang lebih tua, yang daunnya saling
berjauhan, buku (nodus) tempat daun melekat pada batang dapat dibedakan dari
ruas (internodus), yakni bagian batang diantara dua buku yang
berturutan.Sebaliknya, batang dapat juga amat pendek dan letak daunnya merapat
membentuk roset. Taraf percabangan yang terjadi jika tunas ketiak tumbuh
menjadi ranting menambah keragaman bentuk. Berkaitan dengan habitat tumbuh
dibedakan tumbuh dibawah tanah (rhizoma, umbi lapis, atau umbi batang), di
dalam air atau di darat.Batang juga ada yang tegak, memanjat, atau merayap.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat di lakukan praktikum yang berjudul Marfologi
akar dan batang.
1.2
Tujuan dan Kegunaan
Tujuan pelaksanaan kegiatan
ini yaitu untuk member pengalaman kepada praktikandalam meakukan pengamatan
terhadap bermacam tipe akar, batang dan bentuk metarmorfosis dari akar dan
batang.Member pengetahuan kepada
praktikan. untuk mendeskripsikan bermacam tipe
akar, batang dan bentuk metamorphosis dari akar dan batang.
Kegunaan
pada praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa terampil dalam melakukan
pengamatan terhadap bermacam tipe akar, batang dan bentuk metamorfosis dari
akar dan batang serta mahasiswa mampu mendeskripsikan secara bermacam tipe akar,
batang dan bentuk metamorfosis dari akar dan batang.
BAB 2. TINJAUAN PUSTKA
Akar merupakan bagian pokok yang
nomor tiga (di samping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah
merupakan kormus. Bagi tumbuhan, akar berfungsi untuk memperkuat berdirinya
tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air
tadi dari dalam tanah, untuk mengangkut air dan zat-zat makana tadi ke
tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan dan kadang-kadang sebagai
tempat untuk penimbunan makanan (Estiti, 2008).
Berdasarkan asalnya dikenal dua macam
akar yaitu akar primer yang berasal dari
embrio dan akan tetap bertahan sepanjang hidupnya serta akar liar yang berasal
dari batang atau daun. Akar tersebut dapat bersifat permanen dan sementara.
Peranan akar adalah untuk menyerap air dan garam-garam dari dalam tanah serta
menambatkan tumbuhan pada tanah atau makanan seperti daucus, manihot, dioscorea
dan ipomoea. Peranan akar liar bervariasi, sesuai dengan peranan akarnya.Akar
liar dapat berfungsi sebagai akar tunjang, akar gantung, akar nifas, akar
pelekat, akar pembelit dan sebagai penunjang (Issrep, 2007).
Rambut akar berkembang dari sel
epidermis yang khusus dan sel tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel
peidermis dinamakan trikoblas.Rambut akar merupakan sel epidermis yang
memanjang ke luar tegak lurus permukaan akar dan membentuk tabung.Selnya biasa
terdapat dekat di belakang apeks akar sepanjang satu sampai beberapa sentimeter
(Sumardin, 2010).
Batang
merupakan salah satu bagian penting dari tubuh tumbuhan selain sebagai tempat
pelekatan daun, bunga dan buah, batang juga berfungsi sebagai jalan
pengangkutan air dan zat-zat mineral yang terlarut didalamnya.Pada beberapa
tumbuhan, batang digunakan pula sebagai tempat menyimpan makanan cadangan
(Usman, 2012).
Batang
merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Batang berperan untuk
mendukung bagian tumbuhan di atas tanah, selain itu juga sebagai alat
transportasi yaitu jalan pengangkutan air dan zat makanan dari akar kedaun dan
jalan pengangkutan hasil asimilasi dari daun ke bagian lain, baik ada yang di
bawah maupun di atas tanah (Amir, 2012).
BAB 3. METODE PRAKTIKUM
3.1.
Tempat dan Waktu
Praktikum ini dilaksanakan di
Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo,
pada hari Rabu, 1 november 2007 pada pukul 10.00-11.40 WITA.
3.2.Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan pada praktikum ini yaitu akar bayam (Amaranthus sp), akar padi (Oryza
sativa L), umbi ubi kayu (Manihot
utilisima), batang anggrek kalajengking (Arachnis L), batang rumput teki (Cyperus ratundus L), batang markisah (Passiflora quadrangularis), umbi kentang (Solanum tuberosum), umbi lengkuas (languas galangal) dan umbi bawang merah (allium cepa).
Alat
yang di gunakan pada praktikum ini yaitu silet, pensil, buku penuntun dan
kamera.
3.3. Posedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu
sebagai berikut:
1. menyiapkanalat dan bahan.
2. Menuliskan
pada buku laporan anda nama bahan dalam nama latin dan nama indonesianya.
3. Menggambarkan
bahan akar bayam dan akar padi, sebutkan bagian-bagianya dan sistem
perakaranya.
4. Menggambar
bahan batang rumput teki, batang markisa dan anggrek kalajengking.Menyebutkan
sifat-sifat batang bentuk batang, sifat permukaan batang dan arah tumbuh
batang.
5. Menggambar
bahan lengkuas, kentang dan bawang merah, sebutkan metamorphose dari akar,
batang dan daun antara lain kuncup, akar rimpang/akar tonkat,umbi, umbi lapis,
alat pembelit, duri dan lain-lain.
6. Menggambar
semua bahan dengan keterangan yang lengkap.
BAB
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
NAMA
Akar bayam
(Amaranthus SP.)
|
CIRI-CIRI
MORFOLOGI
|
KETERANGAN
1.akar
tunggang
2.rambut-rambut
akar
|
Hasil pengamatan pada praktikum
ini yaitu sebagai berikut:
Akar padi
(O.
sativa L.)
|
1.akar serabut
|
|
Umbi ubi kayu
(M.
utilissima)
|
1.ubi kayu
2.umbi
|
|
Batang rumput teki
(C.
rotundus L.)
|
1.batang rumput teki
|
|
Batang markisah
(P. quadrangularis L.)
|
1.
batang sulur
|
Umbi kentang
(S.
tuberosum L.)
|
1.titik tumbuh
|
|||
Umbi Lengkuas
(L.
galangal L.)
|
1.lengkuas
|
|||
Umbi Bawang Merah
(A.cepa
L.)
|
1.bawang merah
2.bulbus
|
|||
Batang angrek kalajengking
(Arachnis L.)
|
2. akar serabut
|
|||
1.2
Pembahasan
Akar sangat
memainkan peran fungsional dalam penyerapan air dan unsur hara yang terlarut
didalamnya, penopang tubuh bagian tumbuhan diatas permukaan tanah, serta
sebagai organ penyimpan cadangan makanan. Leher akar berfungsi sebagai
pembatas bagian atas tanaman dengan akar. Rambut akar berfungsi
untuk memperluas penyerapan air dan mineral, umbi lapis berfungsi sebagai pelepah-pelepah daun dan batang semu yang
berada di dalam tanah berubah bentuk.
Fungsi batang, antara lain membentuk
daun, mengantarkannya ke arah matahari, mengangkut air dan garam-garam yang
terlarut menuju ke daun dan mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke akar,
serta dapat berfungsi menyimpan makanan cadangan.
Setiap
tumbuhan memiliki morfologi akar, batang dan daun serta bentuk modifikasi yang
berbeda-beda antara satu tumbuhan dengan tumbuhan yang lain.Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki sistem
perakaran yaitu akar serabut.Memiliki banyak percabangan akar serta memiliki
rambut-rambut akar halus.Rumput teki memiliki sifat batang rumput (culmus), dan bentuk batang segi tiga.
Bayam
(Amaranthus sp.)memilikisistem
perakaran tunggang, batangnya berkayu, berbentuk bulat, sifat permukaan batang
licin, arah tumbuh batang tegak, dan mempunyai tudung akar.Ubi kayu (Manihot utilissima) memiliki sistem perakaran tunggang dan sifat
batang berkayu dan arah tumbuh batang tegak.Markisa(Passiflora quadragularis) memiliki sistem perakaran serabut
batang, batangnya berkayu dan memiliki akar pembelit.
Umbi
kentang (Solanum tuberosum) memiliki
titik tumbuh berbentuk bulat dan sifat permukaan bulatannya licin.Bawang
merah (Allium cepa L) memiliki sistem perakaran serabut, modifikasi dari batang bawang yaitu bulbus, dan juga mempunyai modifikasi dari
daun yaitu pada umbi lapis. Umbi lengkuas (Languas galangal L)
memiliki sistem perakaran tunggang, batang semu dan memiliki sisik umbi
BAB
5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas
maka dapat disimpulkan bahwa Morfologi
tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari
tumbuhan.Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara
visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan
diklasifikasikan. Padi atau zea mays merupakan tanaman yang memiliki
perakaran serabut.Bayam atau amarantus sp.
memiliki akar tunggang.Tanaman bayam mempunyai daun berbentuk bulat telur dengan
ujung agak meruncing serta.
Urat-urat daun kelihatan jelas.Tanaman bawang merah atau alium cepa L. merupakan tanaman semusim, berumbi
lapis, berakar serabut dan daun berbentuk silindris dengan pangkal daun yang
berubah bentuk dan fungsinya, yaitu membentuk umbi lapis.Markisa
atau passiflora
quadrangularis mempunyai batang kecil, langsing dan panjang
sekali, bentuk persegi, semu, lunak, halus, warna hijau kecoklatan. Anggrek
kalajengking, tanaman ini berbatang kuat, tinggi dan memiliki panjang 4-10 cm
pada ruas-ruasnya
5.2Saran
Saran
saya pada praktikum kali ini yaitu praktikan lebih memperhatikan lagi apa yang
dilakukan saat praktikum kali ini agar praktikan dapat mengetahui morfologi
tanaman.
DAFTAR PUSTAKA
Amir.
2012. Analisis batang tanaman. Tesis
Fakultas Pasca Sarjana, Yogjakarta. UGM http://insis.dekrat.Analisis.co.id. (Diakses pada
tanggal 2 SEPTEMBER 2017)
Estiti. 2008. Struktur Akar Tumbuhan. Panerama Swadaya: Jakarta
Issrep.2007.
Biologi Identifikasi akar. Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas
Riau, Pekanbaru. Jurnal Teknolobiologi,vol
1(2):150-152
Sumardin.
2010. Struktur Jaringan Akar. Jurusan Teknik Biologi, Fakultas Teknologi
Industri Institusi Sains & Teknologi AKPRLND Yogjakarta. Jurnal Biologi,
vol 1(4):176-178
Usman. 2012. Biologi Identifikasi Batang. Teknologi Hasil Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru. Jurnal Teknolobiologi,vol1(2):190-193