dunia milenial

Saturday, November 17, 2018

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI, Morfologi Akar dan Batang


LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI
”Morfologi Akar dan Batang”




Oleh :

IKSAN SAPUTRA
NIM. D1B1 17 058





PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan, morfologi berasal dari bahasa Latin morphus yang berarti wujud atau bentuk, dan logos yang berarti ilmu.Morfologi tumbuhan berbeda dengan anatomi tumbuhan yang secara khusus mempelajari struktur internal tumbuhan pada tingkat mikroskopis.Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan.
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan umumnya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang tumbuh di luar tanah.Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah.Pada gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil.Sistem akar tersebut dinamakan akar tunggang.Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan tumbuhan dan segera mengering.
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Di ujung sumbu titik tumbuhnya, batang dikelilingi daun muda dan menjadi tunas terminal. Dibagian batang yang lebih tua, yang daunnya saling berjauhan, buku (nodus) tempat daun melekat pada batang dapat dibedakan dari ruas (internodus), yakni bagian batang diantara dua buku yang berturutan.Sebaliknya, batang dapat juga amat pendek dan letak daunnya merapat membentuk roset. Taraf percabangan yang terjadi jika tunas ketiak tumbuh menjadi ranting menambah keragaman bentuk. Berkaitan dengan habitat tumbuh dibedakan tumbuh dibawah tanah (rhizoma, umbi lapis, atau umbi batang), di dalam air atau di darat.Batang juga ada yang tegak, memanjat, atau merayap.
Berdasarkan uraian di atas maka dapat di lakukan praktikum yang berjudul Marfologi akar dan batang.
1.2 Tujuan dan Kegunaan
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk member pengalaman kepada praktikandalam meakukan pengamatan terhadap bermacam tipe akar, batang dan bentuk metarmorfosis dari akar dan batang.Member pengetahuan kepada  praktikan. untuk mendeskripsikan bermacam tipe akar, batang dan bentuk metamorphosis dari akar dan batang.
Kegunaan pada praktikum kali ini yaitu agar mahasiswa terampil dalam melakukan pengamatan terhadap bermacam tipe akar, batang dan bentuk metamorfosis dari akar dan batang serta mahasiswa mampu mendeskripsikan secara bermacam tipe akar, batang dan bentuk metamorfosis dari akar dan batang.

BAB 2. TINJAUAN PUSTKA

            Akar merupakan bagian pokok yang nomor tiga (di samping batang dan daun) bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus. Bagi tumbuhan, akar berfungsi untuk memperkuat berdirinya tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam air tadi dari dalam tanah, untuk mengangkut air dan zat-zat makana tadi ke tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan dan kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan (Estiti, 2008).
Berdasarkan asalnya dikenal dua macam akar yaitu  akar primer yang berasal dari embrio dan akan tetap bertahan sepanjang hidupnya serta akar liar yang berasal dari batang atau daun. Akar tersebut dapat bersifat permanen dan sementara. Peranan akar adalah untuk menyerap air dan garam-garam dari dalam tanah serta menambatkan tumbuhan pada tanah atau makanan seperti daucus, manihot, dioscorea dan ipomoea. Peranan akar liar bervariasi, sesuai dengan peranan akarnya.Akar liar dapat berfungsi sebagai akar tunjang, akar gantung, akar nifas, akar pelekat, akar pembelit dan sebagai penunjang (Issrep, 2007).
Rambut akar berkembang dari sel epidermis yang khusus dan sel tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel peidermis dinamakan trikoblas.Rambut akar merupakan sel epidermis yang memanjang ke luar tegak lurus permukaan akar dan membentuk tabung.Selnya biasa terdapat dekat di belakang apeks akar sepanjang satu sampai beberapa sentimeter (Sumardin, 2010).
Batang merupakan salah satu bagian penting dari tubuh tumbuhan selain sebagai tempat pelekatan daun, bunga dan buah, batang juga berfungsi sebagai jalan pengangkutan air dan zat-zat mineral yang terlarut didalamnya.Pada beberapa tumbuhan, batang digunakan pula sebagai tempat menyimpan makanan cadangan (Usman, 2012).
Batang merupakan sumbu dengan daun yang melekat padanya. Batang berperan untuk mendukung bagian tumbuhan di atas tanah, selain itu juga sebagai alat transportasi yaitu jalan pengangkutan air dan zat makanan dari akar kedaun dan jalan pengangkutan hasil asimilasi dari daun ke bagian lain, baik ada yang di bawah maupun di atas tanah (Amir, 2012).
           

BAB 3. METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
          Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi Unit Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada hari Rabu, 1 november 2007 pada pukul 10.00-11.40 WITA.
3.2.Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu akar bayam (Amaranthus sp), akar padi (Oryza sativa L), umbi ubi kayu (Manihot utilisima), batang anggrek kalajengking (Arachnis L), batang rumput teki (Cyperus ratundus L), batang markisah (Passiflora quadrangularis), umbi kentang (Solanum tuberosum), umbi lengkuas (languas galangal) dan umbi bawang merah (allium cepa).
Alat yang di gunakan pada praktikum ini yaitu silet, pensil, buku penuntun dan kamera.
3.3. Posedur Kerja
        Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
1.   menyiapkanalat dan bahan.
2.   Menuliskan pada buku laporan anda nama bahan dalam nama latin dan nama indonesianya.
3.   Menggambarkan bahan akar bayam dan akar padi, sebutkan bagian-bagianya dan sistem perakaranya.
4.   Menggambar bahan batang rumput teki, batang markisa dan anggrek kalajengking.Menyebutkan sifat-sifat batang bentuk batang, sifat permukaan batang dan arah tumbuh batang.
5.   Menggambar bahan lengkuas, kentang dan bawang merah, sebutkan metamorphose dari akar, batang dan daun antara lain kuncup, akar rimpang/akar tonkat,umbi, umbi lapis, alat pembelit, duri dan lain-lain.
6.   Menggambar semua bahan dengan keterangan yang lengkap.
                                                                                             
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
NAMA
 

Akar bayam
(Amaranthus SP.)
CIRI-CIRI MORFOLOGI







                                       
KETERANGAN
1.akar tunggang
2.rambut-rambut akar
            Hasil pengamatan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut:
Akar padi
(O. sativa L.)








                                       
1.akar serabut



Umbi ubi kayu
(M. utilissima)








                                       
1.ubi kayu
2.umbi
Batang rumput teki
(C. rotundus L.)







                                       
1.batang rumput teki
Batang markisah
(P. quadrangularis L.)






                                       
1. batang sulur


Umbi kentang
(S. tuberosum L.)






                                       
1.titik tumbuh
Umbi Lengkuas
(L. galangal L.)








                                       
1.lengkuas



Umbi Bawang Merah
(A.cepa L.)









                                       
1.bawang merah
2.bulbus
Batang angrek kalajengking
(Arachnis L.)

1.batang angrek
2. akar serabut


1.2 Pembahasan
Akar sangat memainkan peran fungsional dalam penyerapan air dan unsur hara yang terlarut didalamnya, penopang tubuh bagian tumbuhan diatas permukaan tanah, serta sebagai organ penyimpan cadangan makanan. Leher akar berfungsi sebagai pembatas bagian atas tanaman dengan akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas penyerapan air dan mineral, umbi lapis berfungsi sebagai  pelepah-pelepah daun dan batang semu yang berada di dalam tanah berubah bentuk.
Fungsi batang, antara lain membentuk daun, mengantarkannya ke arah matahari, mengangkut air dan garam-garam yang terlarut menuju ke daun dan mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke akar, serta dapat berfungsi menyimpan makanan cadangan.
            Setiap tumbuhan memiliki morfologi akar, batang dan daun serta bentuk modifikasi yang berbeda-beda antara satu tumbuhan dengan tumbuhan yang lain.Rumput teki (Cyperus rotundus L) memiliki sistem perakaran yaitu akar serabut.Memiliki banyak percabangan akar serta memiliki rambut-rambut akar halus.Rumput teki memiliki sifat batang rumput (culmus), dan bentuk batang segi tiga.
            Bayam (Amaranthus sp.)memilikisistem perakaran tunggang, batangnya berkayu, berbentuk bulat, sifat permukaan batang licin, arah tumbuh batang tegak, dan mempunyai tudung akar.Ubi kayu (Manihot utilissima) memiliki sistem perakaran tunggang dan sifat batang berkayu dan arah tumbuh batang tegak.Markisa(Passiflora quadragularis) memiliki sistem perakaran serabut batang, batangnya berkayu dan memiliki akar pembelit.
            Umbi kentang (Solanum tuberosum) memiliki titik tumbuh berbentuk bulat dan sifat permukaan bulatannya licin.Bawang merah (Allium cepa L) memiliki sistem perakaran serabut, modifikasi dari batang bawang yaitu  bulbus, dan juga mempunyai modifikasi dari daun yaitu pada umbi lapis. Umbi lengkuas (Languas galangal L) memiliki sistem perakaran tunggang, batang semu dan memiliki sisik umbi

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan.Morfologi tumbuhan berguna untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual, dengan begitu keragaman tumbuhan yang sangat besar dapat dikenali dan diklasifikasikan. Padi atau zea mays merupakan tanaman yang memiliki perakaran serabut.Bayam atau amarantus sp. memiliki akar tunggang.Tanaman bayam mempunyai daun berbentuk bulat telur dengan ujung agak meruncing serta.
Urat-urat daun kelihatan jelas.Tanaman bawang merah atau alium cepa L. merupakan tanaman semusim, berumbi lapis, berakar serabut dan daun berbentuk silindris dengan pangkal daun yang berubah bentuk dan fungsinya, yaitu membentuk umbi lapis.Markisa atau passiflora quadrangularis mempunyai batang kecil, langsing dan panjang sekali, bentuk persegi, semu, lunak, halus, warna hijau kecoklatan. Anggrek kalajengking, tanaman ini berbatang kuat, tinggi dan memiliki panjang 4-10 cm pada ruas-ruasnya
5.2Saran                                                                                                                          
Saran saya pada praktikum kali ini yaitu praktikan lebih memperhatikan lagi apa yang dilakukan saat praktikum kali ini agar praktikan dapat mengetahui morfologi tanaman.

DAFTAR PUSTAKA                                    
Amir. 2012. Analisis batang tanaman. Tesis Fakultas Pasca Sarjana, Yogjakarta. UGM http://insis.dekrat.Analisis.co.id. (Diakses pada tanggal 2 SEPTEMBER 2017)

Estiti. 2008. Struktur Akar Tumbuhan. Panerama Swadaya: Jakarta

Issrep.2007. Biologi Identifikasi akar. Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru. Jurnal Teknolobiologi,vol 1(2):150-152

Sumardin. 2010. Struktur Jaringan Akar. Jurusan Teknik Biologi, Fakultas Teknologi Industri Institusi Sains & Teknologi AKPRLND Yogjakarta. Jurnal Biologi, vol 1(4):176-178

Usman. 2012. Biologi Identifikasi Batang. Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Riau, Pekanbaru. Jurnal Teknolobiologi,vol1(2):190-193






LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI, Struktur Sel dan Jaringan Tumbuhan


LAPORAN MINGGUAN PRAKTIKUM BOTANI
“Struktur Sel dan Jaringan Daun Tumbuhan”



Oleh:
IKSAN SAPUTRA
D1B117058




                            

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
.BAB 1.PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tumbuhan bukanlah hal asing bagi kita semua, kita hidup membutuhkan tumbuh-tumbuhan, baik untuk dikonsumsi atau sebagai penyeimbang bumi, karena tanpa tumbuh-tumbuhan bumi ini akan sangat panas. salah satu bagian dari tumbuhan adalah daun yang mampu berfotosintesis dan akan menghasilkan makanan sendiri bagi tumbuhan tersebut. Oleh karena itu sinar matahari sangat diperlukan dalam membantu proses fotosintesis. Selain itu diperlukan juga adanya klorofil, karbondioksida dan juga air.
Daun merupakan alat yang penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan, sebab disitu terjadi proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Hasil fotosintesis akan didistribusikan ke seluruh organ untuk pertumbuhan dan perkembangan. Daun tidak seperti organ lain dari tumbuhan karena umumnya bersifat sementara. Untuk fotosintesis diperlukan sinar dan klorofil serta CO2 dan H2O sebagai bahan baku, dengan demikian posisi daun mempengaruhi strukturnya. Selain itu pengaruh lingkungan yang lain seperti ketersediaan air, adanya kadar garam yang tinggi dalam air disekitar tumbuhan juga berpengaruh terhadap struktur luar dan dalam dari daun.
Dari segi morfologi maupun anatomi, daun merupakan organ yang amat beragam. Struktur jaringan pembuluh dalam tangkai dan tulang daun utama biasanya mirip dengan dalam batang. Ciri paling penting dalam daun adalah bahwa pertumbuhan apeksnya segera terhenti.
Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilaksanakan praktikum tentang  mengenal struktur sel dan jaringan daun tumbuhan agar kita membedakan macam-macam jaringan penyusun daun monokotil dan dikotil, membandingkan ciri-ciri khusus yang terdapat pada jaringan penyusun pada daun monokotil dan daun dikotil.
1.2. Tujuan dan Kegunaan
            Tujuan pelaksanaan kegiatan praktikum ini yaitu memberi pengalaman kepada praktikan dalam menyiapkan preparat untuk pengamatan struktur sel dan jaringan daun tumbuhan. Memberi keterampilan kepada praktikan dalam mengamati struktur sel dan jaringan daun pada tumbuhan. Serta memberi pengetahuan kepada praktikan terkait variasi struktur sel dan jaringan daun tumbuhan.
Kegunaan pelaksanaan kegiatan praktikum ini yaitu agar mahasiswa terampil  menyiapkan preparat untuk untuk pengamatan struktur sel dan jaringan daun tumbuhan, mahasiswa terampil dalam mengoperasikan mikroskop untuk mengamati struktur sel dan jaringan daun tumbuhan dan mahasiswa mampu menyajikan dan mendeskripsikan variasi struktur sel dan jaringan daun tumbuhan .

BAB 2.TINJAUAN PUSTAKA
Pada sel eukariotik, sitoplasma adalah bagian non nukleus dari protoplas. Kloroplas adalah benda terbesar dalam sitoplasma. Kloroplas yang berkembang pada batang dan daun mengandung pigmen hijau yang dalam fotosintesisnya menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula yakni sebagai sumber energi bagi tumbuhan (Siswanti, 2012).
Daun adalah bagian tanaman yang tumbuh berhelai-helai pada ranting yang biasanya berwarna hijau yang berfungsi sebagai alat bernafas dan mengolah zat makanan. Zat hijau pada daun disebut dengan krolofil. Karakteristik dari daun, seperti daun merupakan bagian penting, terdapat pada batang, bentuk tipis melebar, mengandung klorofil, dan mempunyai umur terbatas (Priadi, 2007).
Istilah bagi seluruh daun pada tanaman adalah phyllom. Namun, dikenal juga istilah daun hijau, katafil, hipsofil, kotiledon (keping biji), profil dan lain-lain. Daun hijau berfungsi khusus untuk fotosintesis dan biasanya berbentuk pipih mendatar sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas CO2. katafil adalah sisik pada tunas atau pada batang dibawah tanah dan berfungsi sebagai pelindung atau tempat penyimpan cadangan makanan. Daun pertama pada cabang lateral disebut prophyll, pada monokotil hanya ada satu helai prophyll, pada dikotil ada dua helai. Hipsofil berupa berbagai jenis brakte yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung. Kadang-kadang hipsofil berwarna cerah dan berfungsi serupa dengan mahkota bunga. Kotiledon merupakan daun pertama pada tumbuhan (Hidayat, 2007).
Umumnya tanaman memiliki daun yang berwarna hijau, meskipun ada juga yang memiliki warna lain misalnya, putih, merah, kuning bahkan ada yang berwarna campuran dengan bentuk daun yang juga berbeda-beda pula. Umumnyadaunberwarnahijauberbentukpipihdanlebar.Bagian yang tipis melebardisebutlembarandaun.Padalembarandaunterdapattulang-tulangdaun, contohnyapadajaringandauntanamanjagungterdapatbeberapajaringansepertijaringandasardaundanjaringan dermal ronggaudarasertajaringanpengangkutseperti xylem danfloem (Tarno, 2009).
Daun juga merupakan organ yang paling penting bagi tumbuhan, yang biasanya berbentuk pipih dengan posisi mendatar, sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas CO2 untuk mendukung fungsinya yang khusus sebagai tempat fotosintesis (Darmanti, 2009).
Daun merupakan alat yang penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan, sebab disitu terjadi proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Hasil fotosintesis akan didistribusikan ke seluruh organ untuk pertumbuhan dan perkembangan. Daun tidak seperti organ lain dari tumbuhan karena umumnya bersifat sementara. Untuk fotosintesis diperlukan sinar dan klorofil serta CO2 dan H2O sebagai bahan baku, dengan demikian posisi daun mempengaruhi strukturnya. Selain itu pengaruh lingkungan yang lain seperti ketersediaan air, adanya kadar garam yang tinggi dalam air disekitar tumbuhan juga berpengaruh terhadap struktur luar dan dalam dari daun (Savitri, 2008).
Daun yang lengkap terdiri atas helai daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan pelepah daun (vagina). Bentuk dan ukuran daun berbiji sangat bervariasi. Seperti halnya batang dan akar, daun juga tersusun atas beberapa sistem jaringan yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar yang menyusun mesofil daun, jaringan pengangkut (Savitri, 2008).
Epidermis daun terdapat dipermukaan atas disebut epidermis atas (epidermis adaksial atau epidermis ventral) maupun dipermukaan bawah disebut epidermis bawah (epidermis abaksial atau epidermis dorsal). Umumnya epidermis terdiri dari 1 lapis sel tetapi adapula yang terdiri dari beberapa lapis sel (multiple epidermis). Jumlah lapisan sel epidermis bagian atas biasanya lebih banyak daripada permukaan bawah. Jumlah epidermis bawah berlapis banyak maka akan terdapat ruang substomata yang besar antara sel penutup dengan jaringan mesofil (Iserep,2008).
BAB 3.METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu
          Kegiatan praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknolgi Unit Agronomi, pada hari Kamis 12 Oktober 2017 pukul 13:00 WITA sampai selesai.
3.2. Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan yaitu padi (Oriza sativa L.), jagung (Zea Mays L.), kacang tanah (Arachis Hypogea.),tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.), daun cabai (C. Annum.),daun bunga adam hawa (Rhoe Discolor.), daun lada (Piper ningrum.), daun kopi (Coffea  SP.) dan daun kakao (Teobroma Cocoa.)
Alat yang digunakan yaitu buku catatan praktik, buku gambar  ukuran A4, pensil, ballpoint, penggaris, peruncing, penghapus, tisu lensa, lap terbuat dari bahan kaos bersih, gelas obyek dan gelas penutup, dan tissue gulung ukuran kecil.
3.3. Prosedur Kerja
-      Membuatsayatan membujur menggunakan silet pada bagian tengah daun padi (Oriza Sativa), jagung (Zea Mays L), kacang tanah(ArachisHypogea), tomat(Lycopesicum Esculemtum Mill), cabai (Capsicum Annum),daun  adam hawa (Rhoe Discolor), lada (Piper Nigrum), kopi (Coffea SP.)dan kakao (Teobroma Cocoa.).
-      Meletakkan sayatan pada permukaan gelas obyek bersih yang telah ditetesi air, lalu menututup dengan kaca penutup dan usahakan tidak ada gelembung udaradidalamnya. Mengamati preparat tersebut dibawah mikroskop menggunakan perbesaran 10 kali.
-      Menggambar sel jaringan dari masing-masing sayatan membujur daun tanaman pada buku gambar. Bila memungkinkan ambil gambar via okuler menggunakan kamera.
-      Memberi keterangan komponen sel yang anda identifikasi pada sayatan membujurjaringan daun masing-masing spesies tanaman.
BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengamatan
Hasil praktikum kali ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
No
Tumbuhan
Gambar
Keterangan
1
Daun padi (Oriza sativaL.)







Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil

2
Daun jagung (Zea mays L.)



Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil

3
Daun kacang tanah (Arachis hipogea)
                        



Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil


4
Daun tomat (Lycopersicum sculentum Mill)






Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil


5
Daun bunga adam hawa (Rhoe discolor)






Diiris membujur pada perbesaran 10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil



6
Daun lada (Piper ningrum)




Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil

7
Daun kopi (C0ffe sp.)







Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil
8
Daun kakao (Teobroma cocoa)










Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil
9
Daun cabe (Capsicum annum)











Diiris membujur pada perbesaran10 x
1.      Epidermis atas
2.      Epidermis bawah
3.      Stomata
4.      Jaringan mesofil

4.2.   Pembahasan
Pada umumnya daun mempunyai jaringan yang terdiri dari jaringan epidermis,epidermis terdri dari epidermis atas dan epidermis bawah, pada epidermis bagian atas biasanya terdapat kutikula yang berfungsi untuk mencegah daun kehilangan banyak air dan melindungi jaringan yang berada diatas nya.
            Epidermis dan kutikula terdapat pada lapisan permukaan atas dan bawah daun dengan bercirikan terdiri dari satu sel dengan penebalan dari zat kitin, stomata berderet diantara urat daun dengan ciri mulut daun dengan dua sel penutup, mesofil terdapat pada cekungan di antara urat daun dengan ciri tidak mengalami diferensiasi, bentuknya seragam sehingga disebut daun unifacial, kloroplasnya lebih sedikit dan dindingnya lebih tebal serta urat daun yang terletak pada helaian daun dengan ciri sejajar sesuai. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan monokotil dan memiliki tipe daun isobilateral karena memiliki permukaan adaxial dan abaxial yang secara morfologi sama.
Hasil dari praktikum mengenal struktur sel dan jaringan pada daun tanaman padi (Oriza sativa L.), jagung (Zea Mays L.), kacang tanah (Arachis Hypogea.),tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.), daun cabai (C. Annum.), daun bunga adam hawa (Rhoe Discolor.), daun lada (Piper ningrum.), daun kopi (Coffea  SP.) dan daun kakao (Teobroma Cocoa.) pada perbesaran 10 kali dilihat jaringan epidermis atas, epidermis bawah, stomata dan mesofil.
Pada preparat daun Oriza sativa memiliki epidermis atas dan epidermis bawah. Epidermis bawah terdapat celah yang di batasi sel penutup yaitu stomata. Epidermis daun terdapat di permukaan atas dan permukaan bawah. Umumnya terdiri atas selapis sel, tetapi ada juga yang memiliki epidermis ganda seperti pada daun Piper ningrum. Jumlah lapisan epidermis bagian atas biasanya lebih banyak daripada permukaan bawah.
Selain itu ada juga jaringan dasar atau jaringan mesofil yang terletak di antara epidermis atas dan epidermis bawah serta di antara berkas pengangkut. Mesofil merupakan daerah utama tempat fotosintesis,pada kebanyakan tumbuhan dikotil mesofil terdiferensiasi menjadi jaringan parenkim palisade atau jaringan tiang dan parenkim spons atau jaringan tiang   Pada daun dorsiventral, jaringan tiang hanya terdapat di bagian atas daun. Pada daun isobilateral, jaringan tiang terdapat di kedua permukaan daun.
Jaringan selanjutnya yang terdapat pada daun ialah jaringan pengangkut, Berkas pengangkut pada daun membentuk bangunan kompleks yang disebut tulang daun. Tumbuhan dikotil memiliki satu ibu tulang daun dengan cabang-cabang yang membentuk jala, sedangkan pada tumbuhan monokotil tulang daun berderet sejajar sumbu daun dan dihubungkan oleh berkas-berkas kecil di antaranya  jaringan pengangkut terdiri dari xilem dan floem,xilem atau pembuluh kayu berfungsi untuk untuk mengangkut  air dan mineral yang diserap akar dari tanah menuju daun dan Pembuluh Tapis(floem) yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
 Dari pembahasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada daun terdapat tiga jaringan yaitu jaringan epidermis yang terdiri dari epidermis abaxial dan epidemis adaxial yang berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang ada didalamnya,jaringan mesofil yang terdiri dari jaringan palisade dan jaringan spongy yang berguna dalam proses fotosintesis dan stomata yang terletak diantarasel-sel epiedermis bawah yang berfungsi mengatur keluar masuknya oksigen dan karbon dioksida atau proses transpirasi.Pada daun tumbuhan monokotil dan daun dikotildapat dilihat mempunyai jaringan epidermis atas dan epidermis bawah,stomata yang terletak diantara celah pada epidermis bawah serta jaringan mesofil yang berfungsi dalam proses fotosintesis.
5.2. Saran
            Pada praktikum kali ini saya menyarankan kepada teman-teman agar memperhatikan arahan dari asisten agar tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan saat praktikum sedang berlangsung. 




DAFTAR PUSTAKA
Darmanti, S. 2009. Struktur  Dan  Perkembangan Daun Acalypha Indica L Yang Diperlukaan Dengan Kombinasi IAA Dan GA Pada Konsentrasi Yang Berbeda. Jurnal Bioma. 11(1): 40-45
Hidayat, 2007. AnatomiTumbuhanBerbiji. ITB: Bandung .
Iserep, 2008. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan.ITB: Bandung
Priadi dan Silawat. 2007. Perkembangan Penelitian Tanaman Tipe Baru. Jurnal     Penelitian Perkembangan Tanaman Pangan.29:1-4
Savitri, 2008. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan.UIN Press:Malang.
Siswanti, 2012.http://www.zonasiswa.com/2015/03/fungsi-dan-struktur-batang    tumnbuhan.html. Diakses pada tanggal 17 oktober 2017
Tarno, 2009. Anatomi dan Morfologi Jaringan pada Tanaman Jagung. Jurnal                     Sains Biologi, 4:8-11.



















Tugas PENGANTAR REKAYASA INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN “PENGELOLAAN AIR LIMBAH” PROGRAM STUDI REKAYASA INFRASTRUKTUR DAN LINGKUNGAN JURUSAN ...